ECONOMY

Tingkatkan Pengetahuan Anda dan Ubahlah Dunia Mu Serta Raihlah Mimpi Mu

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

HEALTHY

Ketahauilah Pentingnya Kesehatan Tubuh Anda, Sayangi Tubuh Anda Demi Masa Depan Anda Bersama Keluarga

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 19 Maret 2011

KEBIJAKAN MONETER

Dalam suatu negara tentunya memiliki kebijakan-kebijakannya tersendiri. Kebijakannya pun beraneka ragam, sesuai dengan kondisi ekonominya dari Negara tersebut. Banyak sekali kebijakan-kebijakan yang berlaku tentunya, contohnya seperti kebijakan moneter. Kebijakan moneter merupakan proses mengaturnya persediaan uang suatu negara  untuk mencapai tujuannya dari negara tersebut. Contohnya seperti dengan diterapkannya kebijakan moneter ini bisa menahan terjadinya inflasi, mencapai pekerja yang lebih sejahtera. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal dan keseimbangan eksternal serta tercapainya tujuan ekonomi makro seperti stabilisasi ekonomi. Apabila kestabilan ekonomi terganggu maka kebijakan moneter bisa dipakai untuk memulihkan. Selain itu juga kebijakan moneter merupakan upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tingi serta secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrument kebijakan moneter, yaitu antara lain :

Kebijakan moneter langsung (direct)
  • Mencetak uang
  • Membuat aturan bank
  • Melikuidasi bank
  • Mengambil alih bank
  • Moral suasion (himbauan moral)

Kebijakan moneter tidak langsung
  • Open market operation (OMO)

                Jual SBI : mengurangi inflasi
                Beli SBI : mendorong pertumbuhan ekonomi (otomatis mendorong inflasi )
  • Politik diskonto

                Menaikan suku bunga : untuk atasi inflasi
                Menurunkan suku bunga : untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (otomatis     
                mendorong inflasi) 
  • Cadangan kas

                Menaikan Reseve Ratio (giro wajib minimum) : untuk atasi inflasi
    Menurunkan Reseve Ratio (giro wajib minimum) ; untuk mendorong pertumbuhan   
     ekonomi otomatis mendorong inflasi )
                
  • Pagu kredit

                Ketat : untuk mengatasi inflasi
                Longgar : untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (otomatis mendorong inflasi)

Selain itu juga Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Maksudnya kestabilan terhadap harga barang-barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. selain itu juga Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan prinsip syariah.

Referensi : www.wikipedia.com dan buku menguasai IPS SNMPTN Sistem Kebut S

INFLASI


Dalam setiap negara pastinya pernah mengalami berbagai macam masalah dalam perekonomian, nah tentunya dalam suatu negara pasti pernah mengalami suatu masalah salah satunya seperti inflasi. Inflasi merupakan menurunnya nilai mata uang secara terus-menerus. Selain itu juga inflasi juga bisa diartikan  sebagai kenaikan harga secara umum. Saya mengambil contoh seperti negara Indonesia, Negara Indonesia pernah mengalami inflasi tepatnya hiper inflasi sekitar tahun 1998. Pada saat itu Indonesia benar-benar di goncang hiper inflasi. bisa dibayangkan pada saat itu Indonesia mengalami melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, pada saat itu juga nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi > Rp10.000,00/US$ ditambah lagi dengan banyaknya perusahaan di Indonesia yang mengalami gulung tikar. banyaknya perusahaan di Indonesia yang mengalami gulung tikar disebabkan oleh naiknya tingkat suku bunga bank yang sangat tinggi, sehingga hal itu menyebabkan banyak para investor melepas kerjasamanya dengan perusahaan sehingga secara otomatis perusahaan tidak mempunyai modal untuk menjalankan perusahaannya. Akhirnya banyak perusahaan yang gulung tikar dan banyak juga yang menutup perusahaan, masyarakat juga banyak yang menyimpan uangnya di bank dan hal itu menyebabkan banyak sekali masyarakat menjadi pengangguran. Karena banyaknya masyarakat yang mengalami penganguran akhirnya bisa mengambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu pinjaman luar negeri semakin membengkak akibat hal itu. Tentunya dalam sebuah masalah ada faktor penyebabya sama halnya seperti inflasi, tentunya inflasi memiliki faktor penyebabnya juga.
Berikut faktor penyebab inflasi :
  • Tekanan permintaan ( demand full inflation )

          Contohnya seperti naiknya kebutuhan pada saat lebaran
  • Dorongan biaya ( cost push inflation )

          Contohnya : kenaikan harga yang disebabkan oleh naiknya BBM
  • Imported inflation

          Contohnya : kenaikan harga karena barang import naik

Sekian artikel saya ini semoga berguna bagi para pembaca.

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM EKONOMI
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA


bisa dikatakan tidak mengacu kepada dua kekuatan besar yang saling berlomba saat ini, yakni sistem ekonomi kapitalis yang berlandaskan liberalisme dan sistem ekonomi sosialis yang berlandaskan komunis.
Kedua sistem ekonomi tersebut bisa dikatakan tidak mewakili sistem hidup masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia merancang sendiri sistem perekonomiannya yang sesuai denga budaya bangsa Indonesia sendiri.
Para founding father bangsa Indonesia merancang sebuah sistem kehidupan bangsa yang bisa mempersatukan suku bangsa yang beragam ini. Pancasila menjadi salah satu jawaban untuk permasalahan tersebut.
Pancasila dirancang agar bisa menampung semua aspirasi komponen bangsa ini. Oleh karena itu, pancasila dijadikan sebagai salah satu dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila juga dijadikan inspirasi untuk merancang sistem perekonomian Indonesia. Sistem perekonomian Indonesia haruslah sesuai dengan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Selain itu, dalam menjalankan roda perekonomian, Indonesia harus berlaku adil dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, segala bentuk penindasan atas dasar kegiatan ekonomi tidak dibenarkan.
Kegiatan perekonomian yang dijalankan juga semata-mata untuk membentuk persatuan bangsa yang semakin kuat. Kegiatan perekonomian yang merusak persatuan bangsa justru sangat dihindari dan sama sekali tidak bermanfaat dalam jangka panjang.
Segala bentuk perselisihan dalam kegiatan ekonomi juga hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dan dengan cara-cara yang bijaksana. Pada akhirnya, tujuan akhir yang ingin dicapai adalah membentuk keadilan sosial tanpa memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.
Dalam UUD 1945 pasal 33, dijelaskan panduan dalam menjalankan roda perekonomian Indonesia. Pada pasal 1, dijelaskan perkonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas dasar kekeluargaan.
Pasal ini menjelaskan bahwa segala bentuk kegiatan perekomian, pada dasarnya, harus dibentuk berdasarkan asas kekeluargaan. Tidak dibenarkan adanya bentuk penipuan, penindasan, dan bentuk kejahatan lainnya.
Pasal ini juga seringkali dijadikan dasar untuk kegiatan koperasi. Koperasi merupakan salah satu bentuk perekonomian yang bertujuan untuk mensejahterakan setiap anggotanya.
Pada pasal 2, dijelaskan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan hajat hidup orang banyak dikuasai sepenuhnya oleh negara. Hal ini sekali lagi menegaskan kepada kita bahwa negara berkewajiban membentuk suatu sistem perkonomian yang berkeadilan dan mensejahterakan rakyat.
Indonesia dikenal memiliki berbagai kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, darat, laut, dan udara. Pada pasal 3, dijelaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Pada pasal selanjutnya juga dijelaskan prinsip-prinsip dasar perekonomian yang berkeadilan. Pada pasal 4, dijelaskan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan atas dasar demokrasi ekonomi, dengan prinsip-prinsip kebersamaan, efisensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Dari pasal ini, jelas terlihat bahwa bangsa Indonesia menginginkan kegiatan perekonomian yang berkelanjutan tanpa harus merusak tatanan alam yang sudah terbentuk seperti yang sering ide.

Rabu, 09 Maret 2011

Pengangguran

Di dalam setiap Negara pasti mempunyai berbagai masalah tentunya. Maslah-maslahnya pun tentunya beraneka ragam, saya mengambil contoh seperti Negara berkembang. Di  Negara-negara berkembang seperti Indonesia terdapat berbagai macam masalah didalamnya, salah satunya seperti adanya pengangguran. Pengangguran merupakan istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali atau juga seseorang yang sedang mencari pekerjaan kecuali pelajar. Pengangguran sendiri di sebabkan oleh kurangnya lapangan pekerjaan sehingga jumlah masyarakat yang membutuhkan pekerjaan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia., misalkan seperti banyaknya mahasiswa dalam 1 tahun yang lulus secara bersamaan misalkan jumlahnya ada 2500 mahasiswa sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia untuk mereka tidak sampai dengan jumlahnya sehingga kebanyakan dari mahasiswa tersebut akan menganggur. Bukan hanya itu saja pengangguran juga bisa menimbulkan masalah dalam perekonomian, misalkan dengan adanya pengangguran timbulah produktivitas dan pendapatan dari masyarakat berkurang sehingga akan menimbulkan kemiskinan, tindakan kriminal dan sebagainya. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menganggur maka setidaknya akan menghambat perkembangan dari suatu Negaratersebut, misalkan jika ada seseorang yang menganggur tentu saja pendapatannya tidak ada dan hal itu menyebakan si penganggur tersebut setidak-tidaknya harus mengurangi konsumsinya dan itu akan menyebabkan tingkat kemakmuran dan kesejahteraannya akan menurun.

Berikut jenis-jenis pengangguran :

  • Pengangguran friksional

Pengangguran friksional  merupakan pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan oleh kendala waktu. Informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
Pengangguran struktural
Pengangguran struktural merupakan keadaan  dimana pengangur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pembuka lapangan kerja.
  •  Pengangguran musiman

Pengangguran musiman merupakan keadaan seseorang yang menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus menganggur, misalkan seorang pedagang buah mangga, pedagang buah mangga dia akan selalu menjual buah mangganya pada saat musim mangga sehingga ia harus menunggu panenya itu sampai musim mangga tiba. Jadi si pedagang mangga itu menjadi pengangguran musiman.
  • Pengangguran siklikal

Pengangguran siklikal merupakan pengangguran yang disebabkan oleh imbas naik turunnya siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah dari pada penawaran kerja.

Penyebab umumnya terjadi pengangguran di Indonesia yakni disebabkan oleh jumlah lapangan pekerjaan yang tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang membutuhkan pekerjaan.
Dalam suatu Negara berkembang seperti Indonesia, ada yang dikenal dengan istilah pengangguran terselebung. pengangguran terselebung yaitu dimana pekerjaan yang semestinya bisa dialakukan oleh tenaga kerja yang sedikit tetapi dilakukan oleh jumlah tenaga kerja yang lebih banyak.

Berikut adalah trik agar tidak menjadi pengangguran :

  1. Janganlah selalu berpikiran bahwa kerja di kantor yang bertingkat, ber-AC dengan fasilitas yang nyaman menjadi suatu keharusan. Karena jika berpikiran seperti itu kita tidak akan mendapatkan pekerjaan malah kita bisa menjadi pengguran. Jadi kita harus berpikir masih ada jalan lain yang masih bisa ditempuh agar tidak menjadi penganguran yaitu dengan cara berwirausaha. Tentunya dengan berwirausaha kita pasti mendapatkan keuntungan yang berlebih dari pada bekerja di kantor yang hanya menjadi seorang karyawan. Selain itu juga dengan berwirausaha kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri bagi orang yang membutuhkan. Tentunya juga tanpa disadari kita sudah membantu mengurangi masalah pada Negara untuk mengurangi pengangguran yang ada dan menambah lapangan pekerjaan tentunya.
  2. Janganlah sekali-kali membuang-buang waktu yang ada serta kesempatan yan ada sejak dini.
  3. Cobalah berpikiran positif untuk kedepannya dan selalu optimis. Karena jika kita berpikir positif dan selalu optimis pasti sesuatu cobaan yang diberikan, pasti akan menemukan jalan keluarnya.


Nah sekian artikel dari saya ini semoga bermanfaat bagi anda.

Jumat, 18 Februari 2011

Perekonomian Indonesia

Pengertian sistem ekonomi

Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antara sesama manusia dengan kelembagaan didalamnya pun berisi sekumpulan komponen ekonomi yang saling berhubungan dengan masyarakat dalam suatu negara.

Sejarah sistem perekonomian Indonesia

Sekilas pada masa kerajaan

Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan Eropa menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua. Pada dasarnya Indonesia juga sudah memiliki perdagangan pada masa kerajaan – kerajaan tradisional, seperti kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya pada saat perdagangan internasional dari asia timur ke barat maupun eropa, berhasil mencapai keemasannya. Penyebab kerajaan sriwijaya mencapai keemasannya pada zaman itu yakni wilayahnya strategis serta pesatnya perdagangan pada masa itu. selain itu penggunaan uang pada zaman itu juga di kenal, uang yang di gunakan pada zaman itu berupa koin emas dan koin perak. Akan tetapi penggunaan uang pada zaman itu tidak terlalu terkenal sehingga penggunaan uang masih terbatas. Penggunaan uang masih terbatas di karenakan perdagangan barter banyak berlangsung dalam sistem perdagangan Internasional.

Masa sebelum merdeka

Sebelum merdekanya Indonesia, Indonesia mengalami masa penjajahan. Ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia diantaranya adalah Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Masa penjajahan Portugis, portugis berhasil merbut malaka pada tahun 1511 di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque. Pada tahun 1605 Portugis kalah bersaing dengan VOC dan menyingkir ke Timor Timur. Masa penjajahan Belanda, Belanda berkuasa selama 350 tahun. Pada tahun 1602 Belanda membuat usaha perkumpulan dagang yang di sebut VOC ( Verenigde Oost-Indesche Company ), di karenakan persaingan tidak sehat antar pedagang Belanda. Gubernur pertamanya ialah Pieter Both. VOC diberikan hak octrooi ( hak istimewa ) yaitu : hak monopoli, hak membuat uang, hak mendirikan benteng, hak mengadakan perjanjian dengan kerajaan Indonesia, dan hak membentuk tentara.  Pada akhirnya VOC di bubarkan karena korupsi yang merajalela dan monopoli perdagangan bertentangan dengan semangat liberalisme revolusi Perancis. Masa penjajahan Inggris ( 1811-1816), pada masa kependudukan Inggris, Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Sistem ini sudah berhasil di India tetapi gagal di Indonesia di karenakan Indonesia belum mengenal uang. Imperialisme modern menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah. Pada masa tanam paksa / cultuur stelsel ( 1830-1870 ),  Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia. Pada masa tanam paksa penduduk di paksa untuk menanam tanaman ekspor seperti kopi, teh, kina, tembakau, dan nila. Akibatnya pemerintah mulai membudidayakan tanaman tersebut. Masa kependudukan Jepang ( 1942-1945 ), pada masa ini pemerintah militer Jepang menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik, contohnya seperti  bahan untuk persenjataan pada masa itu yang di gunakan untuk berperang dalam perang pasifik diambil oleh Jepang dari tanah jajahannya seperti Indonesia yang pada saat itu sedang diduduki oleh Jepang yaitu seperti produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama. Akibatnya struktur ekonomi masyarakat mengalami perombakan besar-besaran. 

Sekilas pada masa orde lama


Pasca awal kemerdekaan perekonomian Indonesia menjadi amat buruk, hal ini disebabkan oleh : terjadinya hiper inflasi, di sebabkan pemerintah memberlakukan mata uang dari De Javasche Bank, pemerintah Hindia Belanda, dan Jepang. Selain itu terjadi blokade ekonomi oleh Belanda yang menimbulkan kegelisahan rakyat. Adapun diberlakukannya mata uang NICA mengakibatkan pemerintah Indonesia memberlakukan ORI ( Oeang Repoeblik Indonesia ) pada tahun 1946. Karena blokade ekonomi yang di lakukan oleh Belanda akhirnya kas Indonesia menjadi kosong. Eksploitasi besar-besaranpun terjadi di masa penjajahan.
Kebijakan mengubah ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, antara lain :
  • Pemerintah mengakui tiga macam uang ( De Javasche Bank, Hindia Belanda, dan Jepang )
  • Blokade laut Belanda terhadap Indonesia
  • Kebijakan pinjaman nasional oleh Ir. Surachman sebesar Rp 1 miliar
  • Belanda memberlakukan mata uang Nica dan akhirnya pemerintah Indonesia memberlakukan ORI ( Oeang Repoeblik Indonesia )
  • Pemerintah membentuk Bank Negara Indonesia ( BNI ) sebagai bank sirkulasi
  • Shomin ginko berubah menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Pemerintah mendirikan Banking and Trading Corporation (BTC)
  • Menteri kemakmuran AK Gani membentuk badan perancang ekonomi
  • IJ Kasimo merencanakan kegiatan ekonomi lima tahun (KasimoPlan) yang berisi penanaman bibit unggul dan pencegahan penyembelihan hewan pertanian.
  • Menteri keuangan RIS Mr Syarifudin prawiranegara, melakukan pemotongan nilai mata uang yang disebut dengan gunting syarifudin
  • Gerakan benteng dicetuskan yang bertujuan melindungi usaha pribumi dengan memberikan pinjaman kepada 700 pengusaha pribumi.
  • Nasionalisasi de javasche bank
  • Sistem Ali Baba dikeluarkan oleh Mr Iskaq Cokrohadisuryo yang menekankan kemitraan yang menekankan kemitraan antara pengusaha pribumi dan non pribumi
  • Pemindahan pusat lelang tembakau Indonesia dari Amsterdam ke Bremen. Selain itu terjadi nasionalisasi perusahaan Belanda.
  • Deklarasi Ekonomi (dekon) sebagai usaha perbaikan ekonomi pada masa demokrasi terpimpin
Sekilas pada masa orde baru

Pada awal masa orde baru, stabilisasi ekonomi dan juga stabilisasi politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pada masa ini pengendalian inflasi mutlak dibutuhkan, karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650 % per tahun.

Setelah melihat pengalaman dari masa lalu, dimana sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi
pancasila. Selain itu juga pada kabinet I – VII pinjaman luar negeri untuk Indonesia mengalir dan pembentukan tim ahli ekonomi presiden yang terdiri dari beberapa ekonom FEUI yang mengenyam pendidikan dari barkeley AS. Dilaksanakan Repelita dan PJP.

Masa reformasi

Hutang luar negeri menggunung yaitu 137, 424 miliar dollar AS. Selain itu terjadi KKN di RI yang menggurita. Nilai tukar rupiah pun terhadap dollar anjlok sampai kisaran diatas Rp 10.000,- untuk 1 dollar. Pada bulan November 1997 IMF menyetujui pinjanman ke Indonesia dengan syarat stabilitas makro ekonomi, liberalisasi ekonomi, privatisasi, danpenghapusan subsidi. Pada bulan oktober 2005 kebijakan menaikan BBM 90 % yang menuai kecaman untuk pemerintahan SBY – JK. 

Minggu, 21 November 2010

Karakteristik Asing Yang Mempengaruhi Bisnis Internasional

Ketika suatu perusahaan terlibat dala suatu bisnis terutama bisnis internasional, maka perusahaan tersebut harus mempertimbangkan karakteristik berikut dari negara-negara asing :
  • Budaya
  • Sistem ekonomi
  • Kondisi ekonomi
  • Nilai tukar
  • Risiko politik dan undang-undang
Budaya
  karena budaya yang bervariasi, tentunya perusahaan harus mempelajari budaya dari negara asing tersebut sebelum terlibat dalam bisnis disana. Keputusan yang buruk dapat di akibatkan oleh penilaian yang tidak semestinya atas selera, kebiasaan, dan adat istiadat suatu negara.
misalkan sebuah negara memiliki budaya yang memiliki budaya berpakaian tertutup maka negara tersebut tidak bisa untuk menerima budaya dengan pakaian terbuka oleh sebab itu perusahaan yang ingin memasukan produknya ke negara tersebut harus membiasakan dengan budaya dari negara tersebut.

Sistem ekonomi
Suatu perusahaan harus menyadari jenis sistem ekonomi  yang digunakan di negara manapun dimana perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan bisnis, sistem ekonomi negara mencerminkan tingkat kepemilikan pemerintah atas bisnis dan investasi pemerintah dalam bisnis.

Kondisi ekonomi
Untuk memprediksi permintaan akan produknya di negara asing, suatu perusahaan harus mencoba untuk meramalkan kondisi ekonomi di negara tersebut. Kinerja keseluruhan dari perusahaan tersebut bergantung pada pertumbuhan ekonomi dari negara asing itu pada sensitivitas perusahaan terhadap kondisi di negara itu.

Nilai tukar
misalkan dengan negara yang nilai tukar nya tinggi justru mendominasi perusahaan untuk memasuki negara tersebut dengan produknya malahan jika nilai tukar dari negara tersebut turun perusahaan mungkin perusahaan tersebut akan mengalami goncangan pada hasil produksi nya tersebut.

Risiko politik dan undang-undang
Suatu perusahaan juga harus mempertimbangkan risiko politik dan iklim regulasi dari suatu negara sebelum memutuskan untuk menjalankan bisnis di sana. Risiko politik adalah risiko bahwa tindakan politik suatu negara dapat berdampak buruk bagi suatu bisnis. Krisis politik telah tejadi di banyak negara di Eropa bagian Timur, Amerika Latin, dan Timur Tengah.perusahaan—perusahaan AS harus tunduk pada kebijakan yang di berlakukan oleh pemerintah negara asing dimana perusahaan tersebut menjalankan bisnisnya. Perusahaan juga rentan terhadap kemungkinan bahwa masalah politik antara dua pemerintahan dapat menyebabkan pelanggan bereaksi secara negatif terhadap perusahaan tersebut.


jadi bisa di simpulkan bahwa sebuah perusahaan jika ingin menanamkan modalnya di suatu negara misalkan memproduksi barang harus memikirkan karakteristik dari negara yang mau ditanamkan modalnya tersebut.


Sabtu, 20 November 2010

Pengaruh Pemerintah pada kondisi ekonomi

Pemerintah federal dapat mempengaruhi bisnis dengan menerapkan peraturan atau dengan membuat kebijakan yang mempengaruhi kondisi ekonomi. Karena regulasi cenderung bermacam tergantung industry. Untuk mempengarui kondisi ekonomi, pemerintah federasi mengimplementasikan kebijakan moneter dan fiskal. 
Kebijakan Moneter 
Kebijakan Fiskal 
Kebijakan fiscal mewakili keputusan bagaimana pemerintah federal seharusnya menentukan serangkaian tingkat pajak dan membelanjakan uangnya. Keputusan ini sangat relevan untuk bisnis karena mereka mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan dengan demikian dapat mempengaruhi permintaan barang dan jasa perusahaan. 
- Revisi dari Tingkat Pajak Pendapatan Pribadi
Misalnya, kebijakan fiscal yang mengurangi pajak pendapatan pribadi. Kebijakan ini memberikan kepada orang pendapatan setelah pajak yang lebih tinggi, yang akan mendorong mereka untuk lebih membelanjakan uangnya. Perilaku seperti itu merefleksikan kenaikan dalam agregat permintaan barang dan jasa yang dihasilkan oleh bisnis yang dapat memperbaiki kinerja bisnis. 

- Revisi atas Pajak Korporasi
Kebijakan fiscal juga dapat mempengaruhi pendapatan setelah pajak perusahaan secara langsung. 
- Revisi dalam Pajak Cukai 
Pajak cukai adalah pajak yang diterapkan oleh pemerintah federal pada produk tertentu. Pajak ini menaikkan biaya produksi barang ini. Sebagai konsekuensi, manfuaktur cenderung membebankan pajak ini ke dalam harga yang mereka kenakan pada produk. Jadi konsumen secara tidak langsung terbebani pajak. Pajak juga mungkin tidak mendorong konsumsi dari barang ini dengan secara tidak langsung mempengaruhi harga. Cukai biasa diterapkan pada berbagai produk termasuk minuman alcohol dan tembakau. 
- Revisi dalam Defisit Anggaran Belanja 
Kebijakan fiscal yang dibuat oleh pemerintah federal memberikan jumlah penerimaan pajak yang dihasilkan oleh pemerintah federal dan jumlah pengeluaran federal. Jika pengeluaran pemerintah federal melebihi jumlah fajak federal, mengakibatkan deficit anggaran belanja federal.
 jadi kesimpulannya pemerintah mempunyai pengaruh yang besar pada kondisi ekonomi pada  setiap negara seperti menetapkan dan membuat peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan dan di berlakukan kepada negaranya untuk melindungi negaranya tersebut.


Sumber : http://id.shvoong.com/law-and-politics/political-economy/2065868-pengaruh-pemerintah-pada-         kondisi-ekonomi/

MENJALANKAN BISNIS SECARA ETIS DAN BERTANGGUNG JAWAB

A.    PENDAHULUAN

Sejalan dengan perkembangan jaman yang semakin maju serta laju perekonomian dunia yang semakin cepat, dan diberlakukannya sistem perdagangan bebas sehingga batas kita dan batas dunia akan semakin "kabur" (borderless) world. Hal ini jelas membuat semua kegiatan saling berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan (opportunity) dan keuntungan (profit). Kadangkala untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tadi, memaksa orang untuk menghalalkan segala cara mengindahkan ada pihak yang dirugikan atau tidak.

Dengan kondisi seperti ini, pelaku bisnis kita jelas akan semakin berpacu dengan waktu serta negara-negara lainnya agar terwujud suatu tatanan perekonomian yang saling menguntungkan. Namun perlu kita pertanyakan bagai mana jadinya jika pelaku bisnis dihinggapi kehendak saling "menindas" agar memperoleh tingkat keuntungan yang berlipat ganda. Inilah yang merupakan tantangan bagi etika bisnis.

Sebenarnya, keberadaan etika bisnis tidak hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan “remeh” seperti, “Saya belanja Rp 50.000 tapi cuma ditagih Rp 45.000. Perlu nggak saya lapor?”, atau, “Bisakah saya melakukan tindakan tidak etis/melanggar hukum untuk meningkatkan kinerja divisi saya?”, atau, “Should I accept this gift or bribe that is being given to me to close a big deal for the company?“, atau, “Is this standard we physicians have adopted violating the Hippo-cratic oath and the value it places on human life?“, dan pertanyaan-pertanyaan serupa lainnya.

Sebuah studi selama 2 tahun yang dilakukan The Performance Group, sebuah konsorsium yang terdiri dari Volvo, Unilever, Monsanto, Imperial Chemical Industries, Deutsche Bank, Electrolux, dan Gerling, menemukan bahwa pengembangan produk yang ramah lingkungan dan peningkatan environmental compliance bisa menaikkan EPS (earning per share) perusahaan, mendongkrak profitability, dan menjamin kemudahan dalam mendapatkan kontrak atau persetujuan investasi.

Di tahun 1999, jurnal Business and Society Review menulis bahwa 300 perusahaan besar yang terbukti melakukan komitmen dengan publik yang berlandaskan pada kode etik akan meningkatkan market value added sampai dua-tiga kali daripada perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa.

Bukti lain, seperti riset yang dilakukan oleh DePaul University di tahun 1997, menemukan bahwa perusahaan yang merumuskan komitmen korporat mereka dalam menjalankan prinsip-prinsip etika memiliki kinerja finansial (berdasar penjualan tahunan/revenue) yang lebih bagus dari perusahaan lain yang tidak melakukan hal serupa.

 
B. PENGERTIAN

Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ Ethos” yang berarti adat, akhlak, waktu perasaan, sikap dan cara berfikir atau adat-istiadat. Etik adalah suatu studi mengenai yang benar dan yang salah dan pilihan moral yang dilakukan oleh seseorang. Etika adalah tuntutan mengenai perilaku, sikap dan tindakan yang diakui, sehubungan suatu jenis kegiatan manusia. Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-carauntuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yangberkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) tidak tergantungpada kedudukani individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan transaksi dan kegiatan yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

 

C. KEPENTINGAN ETIKA DALAM BISNIS

Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan erusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :

1. Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.

2.  Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.

3.  Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga

4.  Akan meningkatkan keunggulan bersaing.

Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif,misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yany tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling. berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.

Memang benar. Kita tidak bisa berasumsi bahwa pasar atau dunia bisnis dipenuhi oleh orang-orang jujur, berhati mulia, dan bebas dari akal bulus serta kecurangan/manipulasi. Tetapi sungguh, tidak ada gunanya berbisnis dengan mengabaikan etika dan aspek spiritual. Biarlah pemerintah melakukan pengawasan, biarlah masyarakat memberikan penilaian, dan sistem pasar (dan sistem Tuhan tentunya) akan bekerja dengan sendirinya.

 

D. MEMBANGUN ETIKA BISNIS DAN BISNIS YANG BERETIKA

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah

1. Pengendalian diri

Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".

2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)

Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.

3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi

Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.

4. Menciptakan persaingan yang sehat

Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.

5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan"

Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.

6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)

Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

7. Mampu menyatakan yang benar itu benar

Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait.

8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah

Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.

9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama

Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan "gugur" satu semi satu.

10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.

11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah.

 

E. TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS

Saat ini perusahaan dihadapkan pada paradigma yang relatif masih baru di Indonesia, yaitu paradigma yang melihat antara pihak perusahaan dan masyarakat bukanlah dua pihak yang berbeda dan bertolak belakang, namun merupakan bagian yang tak terpisahkan.

Fakta masyarakat ada realita kontradiktif, dimana di satu pihak ada perusahaan besar yang aktivitas usahanya banyak diwarnai dengan konflik sosial, tetapi di sisi lain ada perusahaan besar yang berkinerja baik tanpa harus mengalami konflik sosial. Kondisi yang demikian diduga sangat dipengaruhi oleh derajat perilaku etis perusahaan, yang diwujudkannya melalui kadar tanggung jawab sosial perusahaan.

Perusahaan sebagai sebuah sistem, dalam keberlanjutan dan keseimbangannya tidak bisa berdiri sendiri. Perusahaan memerlukan kemitraan yang saling timbal balik dengan institusi lain. Perusahaan selain mengejar keuntungan ekonomi untuk kesejahteraan dirinya, juga memerlukan alam untuk sumber daya olahannya dan stakeholders lain untuk mencapai tujuannya. Dengan menggunakan pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan, perusahaan tidak hanya mendapatkan keuntungan ekonomi, tetapi juga keuntungan secara sosial. Dengan demikian keberlangsungan usaha tersebut dapat berlangsung dengan baik dan secara tidak langsung akan mencegah konflik yang merugikan.


CONTOH KASUS


misalkan ada 2 mini market yg berada secara bersebelahan atau berseberangan, anggaplah minimarket yang satu bernama A dan satu lagi mini market di beri nama B,
mini market yang A misalkan menjual barang nya dengan harga 5.000 rupiah sedangkan si mini market B menjual barang yang sama seperti mini market A dengan harga 4.800 rupiah, tentu saja jika kita membeli barang tersebut pastikita memilih mini market B karena harganya lebih murah tetapi dengan keadaan yang seperti ini malah bisnis yang di jalankan oleh mini market ini bisa di sebut juga tidak etis, karena dengan si mini market A menjual barangnya dengan harga yang lebih mahal dengan si mini market B maka secara otomatis lebih banyak yang membeli barang di mini market si B dari pada mini market A

kesimpulan


jadi kesimpulannya suatu etika dalam berbisnis sangat mutlak untuk di lakukan agar tidak adanya pebisnis lain yang tidak merasa di rugikan. maju mundurnya bisnis yang dilakukan tergantung si pelaku bisnis tersebut untuk memajukan bisnisnya. dengan menjunjung etika kita bisa membuat meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta kemajuan dari bisnis yang kita dirikan. jadi kalau bisnis kita ingin lebih maju dan terus ke depannya kita harus menjunjung tinggi nilai etika dalam berbisnis maupun etika dimanapun.





Sumber : http://ramaalessandro2.multiply.com/journal/item/3

-Strategi untuk meningkatkan Kepuasan dan Moral Kerja-

Seorang Manajer harus mampu untuk memotivasi karyawannya secara aktif dan harus dapat mempengaruhi tingkat motivasi karyawannya, jika kinerja perlu diperbaiki, manajer harus turut campur dan membantu menciptakan atmosfer yang mendorong, mendukung, dan mempertahankan  perbaikan.
Motivasi dalam lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap kinerja yang akan dilakukan seorang karyawan untuk melakukan suatu aktivitas kerjanya di suatu perusahaan, ketika motivasi karyawan untuk melakukan suatu aktivitas kerja menurun, ini akan berdampak pada hasil kinerja kerjanya yang menjadi tidak maksimal. Begitu sebaliknya, ketika motivasi karyawan meningkat maka hasil dair aktivitas kerjanya akan maksimal dan baik.
Maka seorang manajer harus aktif memotivasi karyawannya dengan cara yang baik agar tercipta lingkungan kerja yang baik.

Untuk strategi meningkatkan kepuasaan dan moral kerja karyawan, perusahaan-perusahaan biasanya mencoba untuk membuat dan mengimplementasikan berbagai jenis program yang dirancang untuk membuat pekerjaan menjadi lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan kepuasaan dan moral kerja dari karyawan.
Program-program yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan kepuasan dan moral dari karyawan antara lain :
1. Menaikan upah karyawan.
2. Memberikan kenaikan jabatan kepada karyawan yang berprestasi.
3. Kepastian kerja.
4. Memberikan bonus uang tunai kepada karyawan yang berkinerja baik dalam perusahaan.
5. Memberikan kompensasi kepada karyawan.
6. Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.



contoh kasus
dalam sebuah perusahaan terdapat 100 orang karyawan. dari 100 orang karyawannya ini memiliki sifat yang berbeda tentunya satu sama lain. misalkan 100 orang karyawan ini mereka terus bekerja di tambah lagi dengan kerja lembur setiap harinya atau juga setiap minggunya tanpa ada peningkatan fasilitas, dengan begitu juga moral kerja mereka akan turun secara otomatis, maka secara otomatis akan merasa jenuh berkerja di perusahaan tersebut jadi lama kelamaan perusahaan tersebut karyawannya akan terus berkurang. namun jika perusahaan itu terus meningkatakan fasilitas dari perusahaan tersebut maka mungkin para karyawannya itu tidak akan merasa jenuh malahan akan merasa nyaman di perusahaan tersebut, jadi selain para karyawannya merasa nyaman dan merasa tenang secara otomatis kinerja kerja dari perusahaan tersebut akan terus meningkat.


kesimpulan


jadi jika ingin membuat perusahaan untuk mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan setidaknya harus membuat pera karyawannya itu merasa senang dan nyaman bekerja di perusahaan tersebut.


........KESEHATAN YANG BAIK DI MULAI DARI BERAT BADAN YANG IDEAL........

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More